- - - -

Bilamana aku dapat kebulan
Sedang melihatnya saja aku tak mampu
Awan enggan beranjak pergi
Mendung tutupi cahaya menjadi gelap
Langit jadi gelap

Bilamana aku dapat menyeberangi samudra
Sedang perahu aku tak punya
Hujan badai kacaukan ombak menghantam karang
Pecah terhantam jadi berantakan
Lautan jadi berantakan

Bila tiba masa
Tanpa duga
Awan menjadi tangga
Hujan badai jadi perantara
Bila tiba masa

Selftitled

Beriak tak teratur

Dangkal

Sejengkal asa torehkan lara

Lukaku, lukamu tetap basah

Andai ego ini tak menguasai

Andai bisa saling menghargai

Itu akan hilang tanpa abaan

Terbiaskan oleh cahaya

Lenyap bersama senja

Berbaur dengan senyuman

RINDU

Rindu,

Kerinduan,

Dirindukan,

Merindu,

Merindukan yang dirindukan

Rindu rindu yang dirindu tak kunjung rindu

Rindu menjadi abu

Rindu menjadi batu

Pupus…

Terpuruk

Aku tak ingin dewasa lebih dari ini
Aku takut tentang masalah dan beban
Yang seakan terus bermain di hidupku
Aku tak ingin beranjak dari masa kecilku
Ingin kembali tertawa lepas sperti dulu
Aku tak ingin hidup lebih jauh dari ini,
Aku takut akan ada sesuatu yang terjadi padaku
Lebih buruk dari ini

Kembalilah masa lalu
Beri aku motifasi untuk hidup kembali
Aku tak ingin menjalani hidupku
Dengan rasa takut yang teramat sangat
Merasakan hitamnya hidup yang terus berlarian mengitariku
Terus hidup dalam otakku, dan mulai menggerogoti kepercayaan diriku

Aku merasa keterpurukan, sungguh
Terjatuh, terjerat, dan terinjak
Terdiampun salah
Hanya akan terus merasa bersalah dalam penyesalan
Aku hanya ingin kembali ke masa lalu
Dimana aku masih suci terlahir tanpa dosa
Menangis ketika melihat cahaya dunia
Andai aku bisa memilih jalan hidupku

Apa yang harus aku lakukan?

Beri aku jawaban, aku membutuhkannya!

Untitled



Namun semua akan berganti
Malam masih tetap merindukan pagi
Bunga masih ingin terus merekah
Awan masih terus berlari
Dan hujan masih tetap terjatuh
Itulah harapan yang nyata
Yang tak akan pernah kita mengerti
Kapan dan apa maksud kedatangannya
Semua akan terjawab
Saat hati kita mengajak untuk tersenyum,
meski ada airmata yang terjatuh

Titipan Hujan

Kisah dibalik nama band metal Children Of Bodom

Semua ini terjadi pada sebuah musim panas pada tahun 1960 di danau Bodom, sebuah danau jernih dan berair segar didekat kota helsinki, finlandia. 4 remaja sedang berkemah. Remaja pria, nils dan seppo keduanya berumur 18 tahun saat itu, dan para gadis irmeli dan anja berumur 15 tahun. Seppo dan anja telah berkencan selama satu tahun sedangkan nils dan irmeli baru berpacaran selama 3 minggu.

Berdasarkan reputasi mengerikan yang disandang danau bodom saat ini, awal mulanya, sebenarnya danau ini merupakan sebuah tempat yang indah, selama musim panas, tempat ini merupakan tempat favorit para remaja. Keempat remaja tersebut berasal dari vantaa dan mereka datang kesana menggunakan sepeda motor. Merka mendirikan sebuah tenda dan membawa minuman beralkohol pada saat itu.


Mereka mendirikan tenda mereka ditepian danau dimalam ketika mereka datang dan meluangkan waktu mereka disana dengan bersenang senang sebelum akhirnya mereka memutuskan tidur sekitar tengah malam. Ketika mereka tertidur malam itu, tidak ada yang menyadari bahwa ketika pagi menjelang kemudian, hanya satu dari mereka yang tetap hidup.


Sepanjang malam, mereka seringkali dibangunkan oleh suara aneh diluar. Seseorang kemudian ternyata telah memotong tali tenda sehingga kemudian kain tenda jatuh menutupi keempatnya. Dan secara tiba tiba saja kemudian mereka diserang oleh seseorang yang misterius yang begitu brutalnya menusuki mereka dari balik kain tenda, dan kemudian memukulkan batu kekepala mereka. Tenda yang roboh tersebut layaknya sebuah jebakan maut saja yang membuat keempatnya tidak mampu untuk kabur menyelamatkan diri.


Keesokan paginya mayat mereka ditemukan oleh seorang perenang yang datang ke tempat perkemahan. Tiga dari remaja tersebut ditemukan tewas tergenang dalam darah mereka sendiri. Nils merupakan satu satunya orang yang selamat dari malam mengerikan itu, namun saat itu keadaanya sangat kritis, dia dalam keadaan setengah sadar. Dia segera diangkut ambulans menuju rumah sakit. Nils mengalami luka parah dibagian belakang kepalanya, sebuah luka tusukan pisau didahinya, dan rahanya remuk.

Polisi segera menuju tempat kejadian dan mulai melakukan investigasi. Hal pertama yang mereka sadari adalah bahwa beberapa barang pribadi dari anak anak tersebut telah hilang, termasuk baju renang dan dompet. Mereka kemudian melebarkan area penyelidikan, setengah mile dari tempat kejadian, mereka menemukan beberapa baju dari mereka dan sepasang sepatu yang merupakan milik nils. Walaupun mereka menyusuri dasar danau yang berlumpur menggunakan metal detektor, senjata pembunuhan tidak pernah ditemukan. 

Pembunuhna di danau bodom merupakan salah satu pembunuhan paling brutal di finlandia, dan berita ini segera menyebar keseluruh penjuru finlandia mengakibatkan sebuah shock yang sangat besar. Dalam satu jam kedepan, lokasi danau ini menjadi ramai dikunjungi oleh orang orang yang penasaran.


Mereka yakin bahwa sang pembunuh melakukan itu semua sekitar pukul 4 sampai 6 pagi. Seorang wanita yang sedang mencuci baju di bagian lain dari danau melihat seorang pria sedang memancing selama malam. Dua remaja pria yang sedang mengintai burung di area tersebut mengaku mereka melihat tenda yang roboh and salah satu dari mereka mengatakan telah melihat seorang pria berambut lurus pergi dari tempat itu. Anak lain yang sedang memancing tidak begitu jauh dari sana mengatakan pada polisi bahwa dia melihat seseorang berambut blonde mondar mandir disekitar lokasi kejadian.


Ketika keadaan nils mulai membaik dan dalam keadaan yang layak untuk menjawab pertanyaan polisi, dia mengatakan bahwa dia tidak mengingat apapun antara saat mereka tertidur sampai saat dia terbangun di rumah sakit. Dan untuk menggali informasi yang lebih dalam lagi, polisi kemudian melakukan hipnotis terhadap nils.


Dalam hipnotis, nils mengatakan bahwa dia sebenarnya mampu keluar dari dalam tenda selama penyerangan tersebut, dan pada saat itu sang pembunuh menendang rahangnya. Namun hal yang paling aneh dari ini semua, terutama mengenai sang pembunuh adalah, nils mengatakan bahwa mata sang pembunuh tersebut menyala merah.


Polisi memiliki banyak daftar tersangka dan banyak pula orang yang kemudian ditahan yang diduga memiliki sangkut paut dengan pembunuhan ini. Namun mereka tidak memiliki cukup bukti kuat untuk melakukan penahanan lebih lanjut. Beberapa orang tertentu merupakan tersangka utama dari pembunuhan di danau Bodom ini. Beberapa orang lain bahkan ada yang membuat keterangan palsu dan beberapa orang yang dicurigai atas tindak kriminalitas ini kemudian melakukan bunuh diri.


Ada seorang pria bernama Valdemar Gyllstrom yang memiliki sebuah kios didekat danau dan menjual limun. Dia dikenal sebagai seorang yang amat temperamental dan orang orang mengatakan bahwa seringkali dia berjalan jalan di area danau pada malam hari. Penduduk lokal mengatakan bahwa dia membenci para remaja dan seringkali melempari mereka dengan batu ketika sedang bersepeda berkeliling sekitar rumahnya. Dia bahkan mengakui pembunuhan tersebut, namun kemudian dia ditemukan menenggelamkan dirinya di danau bodom pada tahun 1969. namun polisi kemudian menemukan sebuah alibi kuat atas dirinya. Istrinya mengatakan bahwa saat semua pembunuhan itu terjadi dia ada dirumahm berada diranjang dengan dirinya sepanjang malam.


Dokter yang bekerja di rumah sakit terdekat mengatakan, pada malam saat pembunuhan itu terjadi. Seseorang bernama hans Assman berada di ruang gawat darurat. Bajunya nampak kusut dan dia dalam keadaan bingung dan terdisorientasi. Salah satu dokter melihat noda darah pada dirinya, namun itu bukan merupakan darahnya. Pria ini tidak bisa bahasa finlandia maka mereka tidak bisa berkomunikasi dengannya dan pada akhirnya kemudian pria ini pergi.

. 
Band heavy metal “Children Of Bodom” menggunakan nama tersebut untuk bandnya berdasarkan kasus kriminal terkenal tersebut. Dan mereka mendedikasikan setidaknya satu lagu tiap albumnya kepada si pembunuh. Nama dari grup band ini sangat kontroversial sejak awal, begitu juga dengan lirik lirik lagunya. Mereka juga memproduksi kaus dengan slogan yang kira kira berbunyi “aku selamat dari danau Bodom”
berikut merupakan lirik dari lagu ‘Bodom Beach Terror’:


Late night you party until it´s light
While pointing at the sky
Wash your hands in the lake of your blood
Just before you die.


Pada tahun 2004, lebih dari 40 tahun setelah tragedi itu terjadi, polisi kemudian menahan nils, menyematkan status tersangka padanya atas pembunuhan itu. Setelah menjalani sebuah proses yang panjang, dia dinyatakan tidak bersalah dan kemudian namanya dibersihkan kembali.

Sampai saat ini misteri pembunuhan tersebut tetap belum terungkap. Siapa yang telah membunuh 3 remaja di danau bodom pada tahun 1960? apakah salah satu dari tersangka? Ataukah pelakunya adalah orang asing yang tidak pernah muncul sebelum dan sesudahnya? Ataukah justru sang pembunuh adalah teman mereka sendiri, Nils? 


Sumber: https://www.facebook.com/MitosMisteriDanUrbanLegendDunia?fref=ts

Gorgon (Medusa, Stheno dan Euriale)

Dalam mitologi yunani,
medusa yang artinya
pelindung atau penjaga
adalah seorang wanita
cantik dengan ular sebagai
rambutnya. siapapun yang
menatap mata gorgon
tersebut akan langsung
berubah menjadi batu.
Tiga Gorgon
(Medusa,
Stheno dan
Euriale) adalah
anak dari dewa
laut kuno Forkis
dan adiknya
Keto. Stheno
dan Euriale
diceritakan
sebagai makhluk abadi
sedangkan Medusa tidak.
Oleh karena itu, Medusa
dapat dibunuh oleh
Perseus. Medusa pada
awalnya adalah seorang
perawan cantik dan
merupakan pendeta wanita
di kuil milik Athena. Namun
suatu ketika ia diperkosa
oleh Poseidon di dalam kuil
Athena. Hal ini membuat
Athena marah, ia pun
mengubah rambut Medusa
menjadi ular dan mengutuk
Medusa sehingga siapapun
yang melihat matanya, akan
berubah menjadi batu.
Medusa dibunuh oleh
Perseus atas perintah Raja
Polidektes dari Serifos
yang meminta kepala
Medusa sebagai hadiah.
Dengan bantuan dari
Athena dan Hermes, yang
memberinya sandal
bersayap, Helm gaib,
pedang, dan perisai cermin,


Perseus berhasil
melaksanakan tugasnya.
Perseus membunuh Medusa
dengan cara
memperlihatkan bayangan
Medusa di cermin agar
Medusa tidak mengubahnya
jadi batu malah sebaliknya
medusa tersebut yang
berubah menjadi batu
akibat melihat cermin
tersebut kemudian
dipantulkan mengenai
medusa itu sendiri lalu
Perseus memenggal kepala
Medusa. Kemudian dua
makhluk keluar dari tubuh
medusa yaitu Pegasus dan
Khrisaor.
Selama beberapa waktu,
Perseus menggunakan
kepala Medusa sebagai
senjata. Lalu kemudian
kepala itu diserahkan
kepada Athena untuk
kemudian dipasang pada
perisai Aigis.

Sumber : legenda-mitos.blogspot.com